Pelemahan Mata Uang Yen: Nilai tukar yen Jepang terus tertekan dan berada di kisaran terendahnya dalam 40 tahun terakhir. Yen sempat tertahan di atas level 162 per dolar AS dan mendekati level terendah sejak tahun 2007 terhadap pound sterling (berada di angka 217,09).
Sikap Menanti Intervensi Pasar: Para pelaku pasar terus menguji ketahanan pemerintah Jepang. Meskipun sempat ada spekulasi bahwa Tokyo akan melakukan intervensi untuk mendongkrak yen selama libur AS akhir pekan lalu, nyatanya belum ada tindakan resmi yang diambil. Hal ini membuat para pedagang kembali berani menekan mata uang yen, meski risiko adanya intervensi mendadak tetap menjaga agar pelemahan tidak merosot terlalu tajam.
Dolar AS yang Melemah: Di sisi lain, mata uang dolar AS justru sedang kurang bertenaga terhadap beberapa mata uang utama lainnya (seperti euro dan sterling). Penurunan ini dipicu oleh rilis data lapangan kerja AS (jobs report) terbaru yang hasilnya jauh di bawah ekspektasi pasar.
Ekspektasi Suku Bunga Fed Menurun: Akibat data ekonomi AS yang mengecewakan tersebut, investor mulai memangkas prediksi mereka terkait besaran kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve hingga akhir tahun ini. Pasar kini menanti rilis notulen rapat (minutes) kebijakan moneter FOMC bulan Juni untuk membaca arah pergerakan suku bunga selanjutnya.
