🔑 Pergerakan Mata Uang
USD/JPY: Dolar AS melemah tajam ke 159,225 yen (−2,6%), level terendah sejak Mei. Diduga ada intervensi otoritas Jepang untuk menahan pelemahan yen.
Euro: Menguat 0,5% ke $1,15318, didukung ekspektasi Fed menahan suku bunga.
Poundsterling: Naik 0,8% ke $1,34755 setelah BoE mempertahankan suku bunga, dengan tekanan inflasi akibat perang Iran.
📉 Data Ekonomi AS
Inflasi PCE Juni: 3,7% YoY (turun dari 4,1% Mei).
PDB Q2: 1,5% (di bawah proyeksi 2,1%). ➡️ Pasar menilai Fed lebih khawatir soal pertumbuhan daripada inflasi, menekan dolar.
🪙 Komoditas
Emas: Spot turun 1,5% ke $4.044,61/oz; kontrak berjangka turun 1,5% ke $4.098,60/oz.
Outlook mingguan: Bearish (support 3.989, resistance 4.114).
Minyak: Brent naik 1,2% ke $87,88/barel; WTI naik 1,2% ke $84,59/barel.
Lonjakan >20% Juli akibat konflik Iran-AS di Selat Hormuz.
Outlook mingguan: Bullish (support 79,49, resistance 87,88).
📈 Pasar Saham AS
Wall Street: Ditutup menguat.
S&P 500 +0,7%, Nasdaq +0,6%, Dow +277 poin.
Amazon +15,3% (cloud), Alphabet +6,9%, Microsoft +3%, Meta +3,3%.
Apple −7,3% (kelangkaan chip). ➡️ Optimisme AI menopang sektor teknologi.
🔮 Outlook Pekan Depan (3–7 Agustus 2026)
Fokus utama: Data tenaga kerja AS (Payroll, JOLTS, ADP).
Ekspektasi: +91.000 pekerjaan (vs +57.000 Juni), pengangguran naik tipis ke 4,3%.
Payroll kuat → peluang Fed naikkan suku bunga September.
Agenda global:
AS: PMI ISM, factory orders, neraca perdagangan.
Eropa: Produksi industri, neraca perdagangan Jerman, data ritel zona euro.
China: PMI & neraca perdagangan (surplus diperkirakan turun ke $112,5 miliar).
Jepang: Data upah & belanja rumah tangga.
Australia: Survei industri.
Brasil & India: Keputusan suku bunga.
OPEC+: Rapat kuota produksi minyak.
