Dolar AS & Obligasi
Data tenaga kerja AS yang kuat (Nonfarm Payrolls naik 162.000, jauh di atas ekspektasi 56.000) mendorong penguatan dolar ke level 99,3 dan meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed bulan September hingga 60%. Yield Treasury ikut naik: tenor 2 tahun di 4,38%–4,39% dan tenor 10 tahun di 4,78%–4,80%.
Wall Street (S&P 500, Nasdaq, Dow Jones)
Bursa AS bergerak variatif: Nasdaq naik 0,4%, S&P 500 datar (+0,1%), sementara Dow Jones melemah 0,2%–0,3%. Saham Lululemon anjlok 17% karena proyeksi kuartalan lemah, Tesla turun 6% akibat investigasi regulator.
Minyak (WTI & Brent)
Konflik militer Iran–AS memicu reli harga minyak. Brent ditutup di $96,28/barel (+0,8%), WTI di $91,48/barel (+0,2%). Sepanjang pekan, Brent naik 7,6% dan WTI hampir 10%. Lonjakan harga bahan bakar menambah tekanan inflasi global. Outlook teknikal mingguan menunjukkan tren bullish dengan support di $85,82 dan resistance di $94,83.
Emas (XAUUSD)
Harga emas melemah akibat ekspektasi kenaikan suku bunga dan penguatan dolar. Spot turun 1% ke $4.430,61/ons, futures turun 1,4% ke $4.477,34/ons. Secara mingguan, spot turun 0,6% dan futures 1,2%. Outlook teknikal tetap bullish dengan support di $4.305 dan resistance di $4.533.
Eropa (ECB & Data Ekonomi)
ECB diperkirakan menaikkan suku bunga 25 bps ke 2,5%. Data PDB zona euro kuartal II, ketenagakerjaan, serta inflasi final Jerman akan dirilis. Inggris diperkirakan stagnan pada PDB Juli, dengan produksi industri naik tipis 0,1%.
Asia Pasifik (China, Jepang, Australia, Taiwan)
China: Surplus perdagangan diperkirakan melebar, CPI naik ke 0,9%.
Jepang: Rilis revisi PDB Q2, data upah Juli, neraca berjalan, PPI Agustus diperkirakan naik ke 7,4%.
Australia: Fokus pada kepercayaan konsumen, ekspektasi inflasi, dan persetujuan pembangunan.
Taiwan: Data perdagangan akan memberi petunjuk permintaan infrastruktur AI global.
Outlook Fokus Minggu Ini
AS: Inflasi Agustus jadi penentu arah kebijakan The Fed (CPI diproyeksikan +0,4%).
Eropa: Fokus pada keputusan suku bunga ECB.
Asia Pasifik: Data perdagangan China dan revisi PDB Jepang jadi sorotan.
Energi: Jalur pasokan di Selat Hormuz tetap kritis akibat konflik Iran–AS.
