Perpanjangan Gencatan Senjata
Presiden Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran atas permintaan Pakistan, sambil menunggu proposal resmi dari Teheran.
Meski diperpanjang, blokade militer AS terhadap pelabuhan Iran tetap berlanjut.
Diplomasi & Mediasi
Rencana perjalanan Wakil Presiden JD Vance ke Pakistan ditunda, menandakan ketidakpastian dalam putaran kedua pembicaraan damai.
PM Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan terima kasih kepada Trump, berharap gencatan senjata berlanjut hingga tercapai kesepakatan permanen.
PBB dan Badan Energi Atom Internasional menyambut baik langkah ini sebagai peluang de-eskalasi.
Situasi Iran & Ancaman Regional
Kepemimpinan Iran dinilai “terpecah” pasca tewasnya Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan awal perang. Putranya, Mojtaba Khamenei, belum tampil di publik.
Seorang komandan Iran mengancam akan menghancurkan industri minyak regional jika perang berlanjut.
Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menyita kapal kargo dan tetap memblokade pelabuhan.
Dampak Ekonomi & Politik
Pasar saham AS melemah, harga minyak naik ke sekitar $98 per barel akibat ketidakpastian negosiasi.
Survei AP-NORC menunjukkan penurunan tajam persetujuan publik terhadap Trump terkait ekonomi dan penanganan perang.
Korban Perang
Sejauh ini, lebih dari 3.375 orang tewas di Iran, 2.290 di Lebanon, serta puluhan korban di Israel dan negara Teluk.
Termasuk 15 tentara Israel dan 13 personel militer AS di kawasan.
Perpanjangan gencatan senjata memberi ruang diplomasi, tetapi blokade AS dan ancaman Iran menambah ketegangan. Negosiasi di Islamabad menjadi ujian besar: apakah konflik bisa berakhir atau kembali memanas
