Generated Image April 30, 2026 - 12_08PM

Saham goyah karena Fed Menahan Suku Bunga dan Perang Iran Mengaburkan Prospek

Kebijakan Fed: Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga, namun pernyataan mereka menekankan bahwa konflik di Iran menambah ketidakpastian ekonomi. Ada perbedaan pandangan di internal Fed, dengan sebagian mendukung sikap netral dan Gubernur Stephen Miran justru menginginkan pemotongan suku bunga.

Pasar keuangan: Saham di Wall Street berfluktuasi, mayoritas saham S&P 500 melemah. Imbal hasil obligasi 10 tahun naik ke level tertinggi dalam sebulan.

Minyak: Harga Brent crude melonjak ke level tertinggi sejak 2022.

Ekspektasi pasar: Investor mulai meninggalkan harapan pemotongan suku bunga tahun ini dan bahkan mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan di 2027.

Perusahaan besar: Meta turun setelah menaikkan proyeksi belanja, sementara Alphabet naik karena penjualan melebihi ekspektasi.

Kepemimpinan Fed: Konferensi pers terakhir Jerome Powell sebagai Ketua Fed berlangsung setelah DOJ menghentikan investigasi, membuka jalan bagi Kevin Warsh untuk dikonfirmasi Senat. Powell akan tetap menjabat sebagai gubernur.

Singkatnya, pasar sedang gelisah karena kombinasi kebijakan Fed yang hati-hati, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dan dinamika korporasi besar.