Dollar Menguat Jelang Keputusan Bank Sentral Dunia
Indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 102,2 dan mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut, mencapai level tertinggi dalam sekitar dua minggu terakhir. Pelaku pasar kini fokus pada rangkaian keputusan kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia.
Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan FOMC kali ini, namun investor akan mencermati petunjuk terkait kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Selain The Fed, bank sentral seperti ECB, Bank of Japan, dan Bank of Canada juga dijadwalkan mengumumkan kebijakan moneternya minggu ini.
Di sisi lain, stabilnya sentimen pasar saham, khususnya sektor AI, turut memberikan dukungan bagi penguatan dolar AS. Euro masih berada di bawah tekanan akibat memburuknya prospek fiskal Prancis dan meningkatnya kekhawatiran di pasar obligasi Eropa.
🛢 Minyak Naik, Pasar Pantau Perkembangan Politik Israel
Harga minyak mentah kembali menguat mendekati USD 101 per barel setelah mengalami pelemahan selama dua sesi sebelumnya. Pergerakan harga didorong oleh ketidakpastian hasil pemilu Israel yang berpotensi memengaruhi arah konflik di Timur Tengah.
Hasil jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan kubu oposisi, sehingga menciptakan ketidakpastian politik di kawasan. Selain itu, pasar juga mencermati upaya diplomatik terbaru yang melibatkan Arab Saudi, Pakistan, Turki, dan Iran untuk meredakan ketegangan regional.
Dari Amerika Serikat, data persediaan minyak menunjukkan penurunan stok sebesar 2 juta barel pada pekan terakhir, mengindikasikan pasokan yang semakin ketat dan memberikan dukungan tambahan bagi kenaikan harga minyak.
🥇 Emas Bertahan Menguat Menjelang Keputusan The Fed
Harga emas bertahan di atas USD 4.050 per ons setelah mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut. Investor menunggu hasil rapat Federal Reserve sekaligus memantau perkembangan geopolitik Timur Tengah yang masih menjadi sumber ketidakpastian pasar.
Meskipun ekspektasi pasar mengarah pada tidak adanya perubahan suku bunga, perhatian utama tertuju pada sinyal kebijakan selanjutnya dari The Fed. Sementara itu, Reserve Bank of New Zealand memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya, menunjukkan pendekatan yang lebih hati-hati terhadap pengetatan moneter.
Kombinasi ketegangan geopolitik, pergerakan harga energi, dan kebijakan bank sentral tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi arah harga emas dalam jangka pendek.
🎯 Kesimpulan Singkat untuk Trader:
- USD: Bullish, didukung ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama dan sentimen risk-on yang stabil.
- Oil: Bullish moderat, didukung penurunan stok AS dan ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.
- Gold: Menunggu katalis dari The Fed, namun tetap mendapat dukungan dari risiko geopolitik global.
