Pasar keuangan global bergerak beragam pada Kamis, dengan harga minyak mentah melonjak akibat gangguan pasokan, sementara bursa saham Amerika Serikat melemah karena kekhawatiran terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Di sisi lain, emas tetap bertahan di dekat level terendah dua bulan terakhir seiring ekspektasi suku bunga tinggi dari Federal Reserve.
Harga minyak mentah naik mendekati USD 91 per barel setelah meningkatnya serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz serta ancaman Badai Isaias terhadap produksi minyak lepas pantai di Teluk Meksiko. Gangguan ini memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan global, terutama setelah arus ekspor minyak melalui Selat Hormuz turun sekitar 30% dibandingkan kondisi normal.
Sementara itu, pasar saham AS ditutup melemah akibat aksi jual besar-besaran pada sektor teknologi. Sentimen negatif muncul setelah laporan yang menunjukkan pendapatan OpenAI lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, sehingga memunculkan kembali keraguan terhadap profitabilitas industri AI dan besarnya investasi yang telah mengalir ke sektor tersebut. Saham-saham teknologi besar seperti Nvidia, Broadcom, Microsoft, dan Oracle mengalami tekanan signifikan.
Di pasar logam mulia, harga emas bertahan di sekitar level terendah dua bulan. Penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS membatasi kenaikan emas setelah risalah rapat Federal Reserve menunjukkan mayoritas pejabat masih mendukung tambahan kenaikan suku bunga tahun ini. Meski demikian, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap memberikan dukungan terhadap permintaan aset safe haven.
Secara keseluruhan, pasar saat ini dihadapkan pada kombinasi risiko geopolitik, ancaman gangguan pasokan energi, serta prospek suku bunga tinggi yang berpotensi terus memicu volatilitas pada aset komoditas maupun pasar keuangan global.
