- Pergerakan Harga
Minyak mentah (WTI) sempat jatuh hingga 7% ke $83/barel, sebelum sedikit pulih.
Brent turun lebih tajam, sekitar 7.1% ke $91/barel.
Penurunan ini terjadi setelah lonjakan hampir 40% sepanjang bulan Juli, dipicu oleh gangguan pasokan di Timur Tengah.
- Faktor Geopolitik
Amerika Serikat menghentikan serangan terhadap Iran untuk malam kedua berturut-turut, meredakan kekhawatiran pasokan.
Iran menghentikan operasi balasan dan membuka dialog dengan Oman terkait jalur vital Selat Hormuz.
Namun, kelompok Houthi yang didukung Iran tetap menyerang fasilitas Saudi Aramco di pelabuhan Jizan dan Yanbu, memperluas risiko ke jalur alternatif ekspor di Laut Merah.
- Dampak Pasar
Jalur Laut Merah kini semakin krusial karena menyalurkan jutaan barel minyak Saudi setiap hari.
Volatilitas harga minyak menjadi sorotan utama investor, pemerintah, dan pelaku industri karena berhubungan langsung dengan inflasi dan stabilitas ekonomi global.
- Data Produksi & Stok
Produksi minyak AS: 13.9 juta barel/hari (April 2026).
Produksi Saudi turun ke 6.6 juta barel/hari (Juni 2026).
Stok minyak AS naik 2.6 juta barel (Juli 2026).
- Konteks Pasar Energi
Penurunan harga minyak juga diikuti oleh pelemahan gas alam, bensin, dan minyak pemanas.