π Dollar Index
- Indeks dolar bertahan di sekitar 98.8, mendekati level terendah tiga bulan.
- Tekanan datang dari langkah Departemen Keuangan AS yang memperluas program pembelian kembali obligasi jangka panjang (10β30 tahun) untuk menekan biaya pinjaman.
- Kebijakan ini menandakan peran aktif pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar obligasi dan meningkatkan likuiditas dolar secara global.
- Risalah rapat Fed bulan Juli menunjukkan sebagian pembuat kebijakan mendukung kenaikan suku bunga tahun ini untuk mencegah inflasi lebih tinggi.
- Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah (ASβIran) tetap menjadi faktor risiko inflasi.
πͺ Emas
- Harga emas diperdagangkan di atas $4,500 per ounce, menuju kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.
- Lonjakan lebih dari 4% pada Rabu terjadi setelah pengumuman program buyback obligasi AS, yang menekan imbal hasil Treasury dan dolar.
- Emas tetap bertahan meski yield kembali naik, karena pasar menilai langkah pemerintah hanya solusi sementara.
- Sentimen safe-haven meningkat akibat volatilitas di pasar obligasi dan mata uang, serta kenaikan harga minyak.
- Dukungan tambahan datang dari permintaan investasi yang kuat dan pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, khususnya dari Tiongkok.
Kesimpulan : Dollar Index melemah karena intervensi pemerintah di pasar obligasi, sementara emas menguat berkat permintaan safe-haven, inflasi yang tetap menjadi fokus, dan dukungan bank sentral.
