Dolar AS Menguat Dolar AS naik 0,2% menuju level 101,00, didukung kenaikan yield Treasury 10 tahun ke 4,60%. Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi, meski data inflasi terbaru lebih rendah dari perkiraan sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tetap terbatas.
Ketegangan AS–Iran Konflik AS-Iran dan blokade laut Ansar Allah terhadap Arab Saudi meningkatkan risiko jalur pelayaran di Teluk dan Laut Merah. Kondisi ini mendorong permintaan terhadap dolar sebagai aset aman.
Euro dan Poundsterling Tertekan EUR/USD turun 0,2% ke 1,1410 karena permintaan dolar meningkat. Investor menunggu survei pinjaman ECB dan indikator ZEW. GBP/USD melemah 0,1% ke 1,3430, dengan fokus pada laporan pasar tenaga kerja Inggris.
Yen, Dolar Australia, dan Kanada USD/JPY naik 0,1% ke 162,50 akibat yield AS. AUD/USD naik 0,2% ke 0,7000 berkat stabilitas kebijakan suku bunga China. USD/CAD naik 0,3% ke 1,4070 setelah inflasi Kanada turun lebih dari perkiraan.
Harga Minyak dan Emas WTI naik 0,6% ke $83,00 per barel karena konflik AS-Iran. Emas turun 0,2% ke $4.008 per troy ounce, tertekan oleh penguatan dolar dan yield Treasury.
Wall Street Variatif Mayoritas indeks saham AS melemah akibat ketegangan Timur Tengah. S&P 500 turun 0,2%, Dow Jones turun 307 poin, sementara Nasdaq 100 nyaris flat. Saham chip rebound, dengan Broadcom, Micron, AMD, dan Intel naik.
Prospek Harga Emas Pada grafik H4, emas rebound dari support 3.942 namun tertahan di resistance 4.042. Selama harga di bawah resistance, tren bearish berlanjut dengan potensi turun ke 3.886–3.819.
Prospek Harga Minyak (US Oil)
US Oil masih bullish di atas SMA 50. Support utama di 81,22, dengan peluang menguji resistance 84,52 dan target berikutnya 88,61–91,43
