ChatGPT Image 9 Sep 2026, 10.56.15

Market Review 9 September – Iran Memanas & Saham Amerika Jatuh

Emas
Harga emas bergerak hati-hati di sekitar $4,400 per ons pada Selasa, terjebak di antara meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dan pelemahan dolar menjelang rilis data inflasi AS. Kenaikan harga minyak menambah kekhawatiran inflasi, sementara laporan ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan mendorong pasar untuk menilai peluang sekitar 60% kenaikan suku bunga pada pertemuan September. Meski emas sering dipandang sebagai lindung nilai inflasi, suku bunga yang lebih tinggi biasanya menekan daya tarik aset tanpa imbal hasil ini. Investor kini menunggu data PPI Kamis dan CPI Jumat sebagai petunjuk arah kebijakan Fed berikutnya.

Saham AS
Pasar saham AS melemah di awal pekan, terbebani oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran inflasi.
Dow Jones turun 628 poin
S&P 500 melemah 0,6%
Nasdaq terkoreksi 0,3%
Sentimen investor tetap rapuh menjelang rilis data inflasi utama akhir pekan ini.

Minyak Mentah
Harga minyak mentah naik ke $94 per barel, level tertinggi dalam tiga bulan, didorong oleh kekhawatiran gangguan pasokan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Serangan Houthi menghantam fasilitas energi dan kota di Arab Saudi, termasuk kilang Jazan berkapasitas 400.000 barel per hari.
Militer AS menyerang target di sekitar Pulau Kharg dan pelabuhan Jask, termasuk tiga kapal tanker Iran, setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke kapal perang AS.
Iran mengumumkan pembentukan koridor pelayaran baru dengan Oman di Selat Hormuz, yang mewajibkan kapal berkoordinasi dengan Teheran untuk memasuki zona maritim terbatas.
Kombinasi serangan terhadap infrastruktur energi dan langkah geopolitik Iran memperkuat tekanan bullish pada harga minyak.