💴 Yen Jepang
Yen menguat menembus level 154 per dolar pada Selasa, menjadi posisi terkuat sejak Februari. Penguatan ini dipicu oleh unwinding carry trade, ekspektasi repatriasi modal, serta tekanan politik AS agar Jepang mendukung mata uangnya lewat kebijakan moneter lebih ketat. Pasar kini memperkirakan Bank of Japan akan menaikkan suku bunga bulan ini, dengan kemungkinan kenaikan lanjutan pada Januari 2027. Data upah Jepang yang naik tercepat sejak 1997 semakin memperkuat ekspektasi sikap hawkish BOJ.
💵 Dollar Index
Indeks dolar bertahan di sekitar 99 pada Senin, setelah rebound tipis didukung data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan. Nonfarm payrolls naik 162.000 pada Agustus, jauh di atas ekspektasi 56.000, sementara tingkat pengangguran tetap di 4,1%. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September meningkat menjadi sekitar 60%. Ketegangan geopolitik AS–Iran yang berujung serangan kapal turut meningkatkan permintaan safe haven terhadap dolar.
🪙 Emas
Harga emas turun ke sekitar $4.400 per ons pada Senin, tertekan oleh lonjakan yield obligasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed. Volume perdagangan relatif sepi karena libur di AS. Pasar kini menilai peluang kenaikan suku bunga hampir 60% pada pertemuan Fed pekan depan. Investor menunggu data inflasi PPI dan CPI sebagai petunjuk tambahan arah kebijakan. Di sisi lain, China melanjutkan pembelian emas untuk bulan ke-22 berturut-turut, meningkatkan cadangan ke 76,73 juta troy ounces.
Yen yang menguat karena ekspektasi kebijakan BOJ, dolar yang ditopang data tenaga kerja dan ketegangan geopolitik, serta emas yang tertekan oleh prospek kenaikan suku bunga Fed meski tetap didukung permintaan dari China.
