Senja Ladang Minyak dan Pasar Energi

Harga Minyak Naik di Atas USD 92 Setelah Bandara Saudi Di Serang

Harga minyak mentah naik di atas USD 92 per barel pada Senin, memperpanjang kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

Kelompok Houthi yang didukung Iran kembali menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Serangan tersebut terjadi sehari setelah insiden sebelumnya yang menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang, meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.

Selain itu, sebuah drone dilaporkan menyerang kapal tanker di dekat wilayah Sohar, Oman, yang berdekatan dengan Selat Hormuz, salah satu jalur ekspor minyak terpenting dunia. Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan senjata terkait infrastruktur energi. Sementara itu, Departemen Energi AS menyetujui pelepasan hingga 4 juta barel minyak dari cadangan strategis untuk membantu mengatasi potensi gangguan pasokan akibat Badai Isaias.

Secara keseluruhan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang menopang harga minyak tetap berada di level tinggi dalam jangka pendek.