Harga emas turun ke level terendah sejak 7 April, tertekan oleh penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak.
Spot gold turun 0,7% menjadi $4.716,70 per ounce; futures emas AS untuk pengiriman Juni turun 1% menjadi $4.738,90.
Dolar AS menguat 0,4%, sementara harga minyak kembali naik di atas $100 per barel setelah kegagalan pembicaraan damai AS–Iran.
Geopolitik memanas: AS bersiap memblokade Selat Hormuz, Iran memperingatkan akan merespons keras kapal militer yang mendekat.
Dampak pada kebijakan moneter: Kenaikan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi, membuat peluang pemotongan suku bunga Fed tahun ini semakin kecil.
Sejak perang AS–Israel melawan Iran (28 Februari), emas sudah turun lebih dari 11%.
Logam lain: perak turun 2% ke $74,35, platinum turun 0,2% ke $2.041,40, palladium naik 0,7% ke $1.530,80.
Inti Analisis
Biasanya emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik, tetapi suku bunga tinggi dan dolar kuat justru menekan kinerjanya.
Ekspektasi pasar kini bergeser: dari sebelumnya dua kali pemotongan suku bunga Fed di 2026, menjadi kemungkinan kecil adanya pemotongan sama sekali.
