Pelemahan Global Akibat Sentimen Gencatan Senjata
Dolar AS bergerak melemah terhadap mayoritas mata uang utama dunia dan berada di jalur kerugian mingguan. Penurunan ini dipicu oleh optimisme pasar setelah adanya laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari di Timur Tengah.
Kesepakatan ini juga mencakup pembukaan kembali pembatasan pengiriman jalur komersial di Selat Hormuz. Redanya ketegangan geopolitik ini membuat fungsi dolar sebagai aset aman (safe-haven) mengalami penurunan permintaan karena investor mulai beralih kembali ke aset berisiko.
Data Ekonomi AS dan Inflasi
Meskipun ada sentimen damai, data ekonomi domestik AS menunjukkan kondisi yang kontradiktif:
Inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures): Inflasi April melonjak ke 3.8% yoy (naik dari 3.5% pada Maret), menjadi laju tercepat dalam tiga tahun terakhir akibat efek perang Iran sebelumnya yang sempat mendongkrak harga energi.
Pertumbuhan Ekonomi: Revisi PDB Kuartal I AS menunjukkan perlambatan ke angka 1.6%. Kombinasi inflasi yang masih tinggi dan melambatnya aktivitas ekonomi memperkuat proyeksi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan menahan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Secara garis besar, pasar hari ini merespons positif potensi damai AS-Iran, membuat posisi kedigdayaan Dolar AS sedikit melunak meskipun dibayangi oleh data inflasi domestik mereka yang masih panas.
