Generated Image April 23, 2026 - 12_26PM

Damai di Selat Hormuz: Harga Emas Stabil dan Minyak Anjlok

Pasar keuangan dunia mulai bernapas lega setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz—jalur pelayaran komoditas energi yang sangat vital—akan dibuka kembali pada hari Jumat ini. Keputusan ini menyusul adanya kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik serta mencabut blokade maritim di wilayah tersebut.

Berikut adalah poin-poin penting dari situasi pasar saat ini:

Harga Emas: Harga emas batangan relatif stabil di kisaran $4.315 per ons setelah sempat melonjak 2,2% pada sesi sebelumnya. Minat terhadap emas sedikit tertahan karena investor masih bersikap hati-hati menunggu seberapa cepat jalur perdagangan tersebut benar-benar pulih.

Harga Minyak: Harga minyak mentah dunia justru mengalami penurunan tajam. Minyak West Texas Intermediate (WTI) merosot hampir 5% dan diperdagangkan di kisaran $81 per barel, sementara jenis Brent bertahan di kisaran $83 per barel.

Hubungan Emas dan Minyak: Selama perang berlangsung, harga emas justru turun sekitar 18% sejak Februari lalu. Hal ini terjadi karena tingginya harga minyak akibat konflik memicu inflasi, yang memaksa bank sentral menaikkan suku bunga. Suku bunga yang tinggi membuat emas (yang tidak menghasilkan bunga) menjadi kurang menarik bagi investor.

Fokus Pasar Selanjutnya: Jika perdamaian ini bertahan, para pelaku pasar diperkirakan akan kembali memperlakukan emas sebagai aset aman (safe haven). Saat ini, fokus investor juga tertuju pada keputusan suku bunga dari berbagai bank sentral minggu ini, termasuk pertemuan perdana Federal Reserve AS di bawah ketua barunya, Kevin Warsh.