⛽️ Fenomena “rockets and feathers”: Harga minyak mentah dan bensin sering naik bersama dengan cepat (seperti roket), tetapi ketika harga minyak turun, harga bensin biasanya turun jauh lebih lambat (seperti bulu).
📈 Kondisi saat ini: Konflik di Iran membuat harga minyak mentah melonjak tajam, diikuti kenaikan cepat harga bensin. Namun, ketika harga minyak turun 25% awal minggu ini, harga bensin justru masih naik (dari $3,47 menjadi $3,57 per galon).
🏛 Dampak politik: Pola ini menimbulkan masalah politik karena masyarakat merasakan beban harga bensin lebih lama. Hal ini pernah menjadi tantangan besar bagi Presiden Biden setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, dan kini berpotensi menjadi masalah bagi Presiden Trump.
📉 Penjelasan ekonomi: Disebut “asymmetric pass-through,” fenomena ini terjadi karena jeda waktu antara pembelian minyak mentah oleh kilang dan penjualan produk olahan, serta upaya perusahaan melindungi keuntungan di masa ketidakpastian.
🗣 Narasi pemerintah: Gedung Putih menyatakan bahwa setelah konflik berakhir, harga minyak dan bensin akan turun cepat, bahkan bisa lebih rendah dari sebelum operasi militer dimulai.
