Banyak orang mengira tantangan terbesar dalam trading adalah saat loss.
Padahal bagi banyak trader, momen paling berbahaya justru saat posisi sedang profit.
Floating profit terlihat aman. Angka hijau. Akun bertambah.
Tapi di balik itu, sering muncul tekanan mental yang tidak disadari—dan jarang dibahas secara jujur.
Floating Profit Bukan Sekadar Angka Hijau
Saat posisi sudah profit, otak mulai bermain:
- “Amankan dulu atau biarin jalan?”
- “Kalau ditutup sekarang, nanti nyesel nggak?”
- “Kayaknya masih bisa naik lagi…”
Di titik ini, trader tidak lagi melawan market,
tapi melawan pikirannya sendiri.
Banyak keputusan buruk justru lahir saat profit, bukan saat loss.
Takut Kehilangan Lebih Besar dari Takut Rugi
Secara psikologis, manusia lebih takut kehilangan sesuatu yang sudah dimiliki daripada kehilangan peluang.
Itulah sebabnya:
- Floating +50 pip terasa “sayang” kalau balik
- Profit kecil terasa sakit saat berubah jadi BE
- Profit besar yang hilang terasa seperti loss besar
Padahal secara logika, itu belum uangmu sampai posisi ditutup.
Overthinking Setelah Profit
Masalah umum saat floating profit:
- Terlalu sering cek chart
- Menggeser TP tanpa alasan jelas
- Menutup posisi terlalu cepat
- Atau sebaliknya, terlalu serakah dan tidak mau close
Profit yang seharusnya membuat tenang justru bikin:
- Gelisah
- Takut salah keputusan
- Sulit konsisten dengan plan awal
Ini bukan soal strategi, tapi ketahanan mental.
Floating Profit Menguji Disiplin
Stop loss biasanya dibuat dengan tegas.
Tapi saat profit berjalan, disiplin sering mulai longgar.
Trader mulai:
- Mengubah rencana
- Mengikuti perasaan
- Membenarkan keputusan yang sebenarnya impulsif
Floating profit adalah ujian:
apakah kamu bisa tetap disiplin saat segalanya terlihat baik-baik saja?
Profit Tidak Selalu Harus Dimaksimalkan
Salah satu kesalahan besar trader adalah berpikir:
“Kalau sudah profit, harus dimaksimalkan.”
Padahal:
- Profit kecil tapi konsisten lebih sehat
- Exit sesuai rencana lebih penting
- Tidak semua peluang harus diperas
Trader yang matang tahu:
tidak semua profit harus sempurna.
Floating Profit dan Identitas Diri
Tanpa disadari, floating profit sering:
- Meningkatkan ego
- Membuat overconfidence
- Menurunkan kewaspadaan
Satu posisi profit bisa membuat trader:
- Melanggar aturan berikutnya
- Naik lot tanpa alasan
- Merasa “sedang on fire”
Padahal market tidak pernah peduli siapa kamu kemarin.
Penutup
Floating profit bukan momen untuk euforia.
Justru di sanalah mental trader diuji.
Profit yang baik adalah profit yang:
- Diambil dengan tenang
- Sesuai rencana
- Tidak merusak konsistensi
Karena dalam trading, masalah terbesar bukan saat merah,
melainkan saat hijau—dan kita tidak siap secara psikologis.
