Ketidakpastian terkait potensi kesepakatan AS–Israel–Iran membuat pasar gelisah. Rencana penempatan tambahan pasukan AS menambah tensi, mendorong volatilitas tinggi.
Indeks Saham AS
Nasdaq 100 resmi masuk koreksi (>10% dari puncak), jatuh ke level terendah 6 bulan.
S&P 500 juga melemah, mencatat 5 minggu berturut-turut penurunan.
Dow Jones relatif datar.
VIX naik ke 29, menandakan kecemasan investor meningkat.
Komoditas
Emas sempat rebound ke atas $5.300/oz, tapi tetap tertekan oleh ekspektasi suku bunga lebih hawkish.
Perak, platinum, palladium naik signifikan di akhir pekan.
Minyak naik tipis, namun Brent berpotensi mencatat penurunan mingguan pertama sejak Februari. Krisis pasokan dianggap lebih parah daripada guncangan minyak 1970-an.
Valuta Asing (FX)
Dolar AS menuju kenaikan bulanan terkuat sejak Juli 2025, didorong permintaan safe haven.
Yen mendekati level kritis 160, memicu spekulasi intervensi BoJ.
Euro relatif stabil, Pound melemah 4 minggu berturut-turut.
AUD dan INR jadi mata uang utama dengan performa terburuk bulan ini.
📅 Agenda Ekonomi Minggu Ini
AS: Retail Sales (Rabu), Non-Farm Payrolls (Jumat, diperkirakan rebound +60k), ISM Manufacturing.
Eurozone: Sentimen ekonomi (Senin), inflasi (Selasa) diperkirakan melonjak akibat harga energi.
UK: Survei DMP BoE tentang ekspektasi upah & inflasi; potensi spekulasi kenaikan suku bunga.
China: PMI resmi (Selasa) diperkirakan kembali ke ekspansi (50.0), Caixin PMI (Rabu).
Jepang: Tokyo CPI (Jumat), data produksi industri & penjualan ritel Februari.
