Generated Image January 15, 2026 - 11_38AM

Prospek Ekonomi AS: Januari 2026 – Wells Fargo

🔑 Poin Utama
Kebijakan Moneter & Powell’s Final Act
Masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua Fed segera berakhir setelah 8 tahun.
FOMC diperkirakan akan melakukan dua kali pemotongan suku bunga 25 bps (Maret & Juni), lalu menahan di kisaran 3.00%–3.25%.
Risiko semakin condong ke arah pemotongan lebih sedikit atau lebih lambat.

Pasar Tenaga Kerja
Pertumbuhan pekerjaan sektor swasta sangat lemah (20K–30K per bulan; bahkan negatif jika tanpa sektor kesehatan).
Tingkat pengangguran Desember: 4.4%, masih di atas estimasi “full employment”.
Pasar tenaga kerja melemah secara bertahap, bukan drastis.

Inflasi
Core CPI Desember: 2.6% YoY, turun dari 3.2% tahun sebelumnya.
PCE deflator menunjukkan penurunan lebih kecil, tapi tren disinflasi jelas.
Inflasi diperkirakan terus menurun sepanjang 2026, meski tidak mulus.

Pertumbuhan Ekonomi
Proyeksi GDP riil 2026: 2.3% (Q4/Q4) atau 2.7% rata-rata tahunan.
Didukung oleh stimulus fiskal dari One Big Beautiful Bill Act (OBBBA), yang meningkatkan pendapatan setelah pajak dan konsumsi.
Produktivitas tenaga kerja menunjukkan tanda percepatan.

Investasi
Capex: investasi teknologi tinggi tetap dominan.
Perumahan: masih menjadi beban pertumbuhan, tapi ada potensi stabilisasi di akhir 2026.
Nonresidential structures: lemah akibat suku bunga tinggi, kecuali pembangunan data center.

Kebijakan Fiskal
Risiko shutdown pemerintah dianggap rendah; proses anggaran menunjukkan tanda positif.
Defisit anggaran FY2026 diperkirakan sekitar $1.95 triliun.

Pasar Obligasi & Suku Bunga
Yield Treasury 10 tahun diperkirakan naik ke 4.18% akhir 2026.
Suku bunga KPR 30 tahun diperkirakan sekitar 6.14%.

Perdagangan Internasional
Defisit perdagangan menyempit tajam pada Oktober 2025, sebagian karena lonjakan ekspor emas.
Net exports diperkirakan memberi dorongan sekitar +1.6pp ke pertumbuhan Q4.

👉 Intinya: Wells Fargo melihat pertumbuhan ekonomi AS 2026 cukup solid (GDP 2.3%), inflasi terus menurun, pasar tenaga kerja melemah tapi stabil, sementara Fed kemungkinan hanya akan melakukan dua kali pemotongan suku bunga kecil sebelum menahan kebijakan.

Bagaimana dengan USD 2026 ?
Secara keseluruhan, outlook Wells Fargo menilai USD cenderung stabil–sedikit menguat di 2026.
Tekanan pelemahan dari pemotongan suku bunga dan defisit fiskal memang ada.
Namun, kombinasi pertumbuhan ekonomi yang solid, yield obligasi lebih tinggi, dan perbaikan neraca perdagangan membuat USD tetap relatif kuat dibanding mata uang utama lain.
👉 Jadi, bukan skenario pelemahan tajam, melainkan USD bertahan kuat dengan potensi penguatan moderat.