๐ Kondisi Pasar Emas (XAU/USD)
Emas kehilangan momentum bullish setelah empat minggu kenaikan, meski sempat dibuka dengan gap naik.
Tekanan utama berasal dari penguatan Dolar AS yang menahan aliran safe-haven ke emas.
Harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 30 Januari di atas $5.400, lalu berbalik turun.
โ๏ธ Faktor Geopolitik
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan pemimpin tertinggi Iran dan sejumlah pejabat.
Iran membalas dengan menyerang aset AS di Teluk, sementara Hezbollah menyerang sistem pertahanan Israel.
Konflik ini memicu lonjakan harga minyak (WTI naik >25% dalam sepekan, mencapai $87).
๐ต Data Ekonomi AS
Data ekonomi AS lebih kuat dari perkiraan: PMI manufaktur dan jasa meningkat, inflasi komponen naik.
ADP melaporkan pertumbuhan lapangan kerja 63K (di atas ekspektasi 50K).
Namun, Nonfarm Payrolls turun 92K dan tingkat pengangguran naik ke 4,4%.
๐ฆ Kebijakan Federal Reserve
Pasar menilai kemungkinan penundaan pemangkasan suku bunga Fed karena data ekonomi yang kuat dan konflik geopolitik.
Probabilitas tiga kali penahanan suku bunga berturut-turut (MaretโJuni) naik ke sekitar 70%, lalu turun ke 60% setelah data NFP.
๐ฎ Prospek ke Depan
Fokus investor: data inflasi CPI (Februari) dan PCE (Januari).
Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan โ USD bisa makin kuat, emas melemah.
Jika inflasi lebih rendah โ USD bisa melemah, emas berpotensi rebound.
Risiko stagflasi (inflasi tinggi + pertumbuhan lemah) dapat mengembalikan emas sebagai aset safe-haven utama.
