Harga emas terus rekor, meningkatnya permintaan aset safe-haven setelah Presiden AS, Donald Trump, memberlakukan tarif 25% pada semua impor mobil.
Kenaikan ini diperkuat oleh prediksi Goldman Sachs yang memperkirakan harga emas akan mencapai $3,300 per ounce pada akhir tahun 2025. Ketidakpastian kebijakan perdagangan AS dan ancaman tarif tambahan juga memengaruhi pasar global, mendorong kenaikan harga logam mulia lainnya seperti platinum dan perak.
Harga emas dan perak meningkat tajam: Kontrak emas di Comex mencapai rekor tertinggi baru yaitu $3.071,30 per ounce, sedangkan harga perak mencapai titik tertinggi dalam lima bulan di $35,13.
Permintaan safe-haven meningkat : Ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif baru meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset aman.
Faktor eksternal: Indeks dolar AS melemah, harga minyak mentah Nymex naik sedikit hingga $69,75 per barel, dan imbal hasil obligasi 10 tahun AS berada di sekitar 4,4%.
Analisis teknis: Emas dan perak berada pada posisi bullish dengan target kenaikan selanjutnya untuk emas di atas $3.100 dan untuk perak di atas $35,80. Sementara itu, level support penting untuk emas adalah $2.900, dan untuk perak $33,00.
Wacana – Akankah Trump menggunakan cadangan emas AS untuk membeli Bitcoin?
Berikut pandangan analyst Pro & Kontra
- Bo Hines menyebutkan rencana revaluasi emas pemerintah sebagai salah satu opsi untuk mendanai cadangan tersebut.
- Edmund Moy, mantan Direktur US Mint, menyoroti risiko revaluasi emas, termasuk potensi dampak pada pasar emas global.
- Philip Diehl, mantan Direktur US Mint lainnya, skeptis terhadap mekanisme dan keberhasilan legislasi untuk rencana ini, terutama mengingat proses legislatif yang rumit.
- Kedua pakar sepakat bahwa mengalihkan cadangan emas ke Bitcoin bertentangan dengan prinsip keamanan jangka panjang cadangan bank sentral.
- Meskipun ada pembicaraan tentang rencana tersebut, pasar emas dan crypto belum menunjukkan reaksi yang signifikan terhadap spekulasi ini.