Volatilitas pasar kripto dipicu oleh eskalasi perang Iran dan ketegangan kawasan, membuat investor perlu lebih waspada dalam mengelola risiko.
Sebelumnya, Bitcoin sempat tertahan di level 68.600 Dollar AS, namun kembali reli meski bayang-bayang perang masih kuat.
Konflik geopolitik (Iran, Israel, dan keterlibatan AS) menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga aset kripto.
Selain Bitcoin, harga emas dunia juga melonjak sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Pasar saham Indonesia (IHSG) ikut terancam turun akibat meluasnya konflik, menunjukkan dampak lintas sektor dari kondisi geopolitik.
