Harga emas sempat turun tetapi kemudian memangkas kerugian setelah dolar AS melemah.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran mungkin segera berakhir, menyebut operasi militer sudah jauh melampaui rencana awal.
Dolar turun 0,2%, membantu emas pulih, sementara harga minyak jatuh di bawah $90 per barel.
Konflik di Timur Tengah telah berlangsung 10 hari, dengan Iran menunjuk pemimpin baru, Israel menyerang infrastruktur energi, dan jalur pelayaran di Selat Hormuz terganggu.
Ketidakpastian geopolitik mendorong inflasi energi dan membuat investor khawatir bank sentral akan menahan atau menaikkan suku bunga, yang biasanya negatif bagi emas.
Meski volatil, emas tetap naik sekitar 19% sepanjang tahun ini, didukung oleh pembelian bank sentral, termasuk dari Bank Rakyat Tiongkok.
Perak, platinum, dan paladium juga mengalami kenaikan, sementara indeks dolar Bloomberg melemah setelah sebelumnya menguat.
