Generated Image March 11, 2026 - 11_00AM

Emas Stabil Saat Pedagang Mencerna Ketidakpastian Atas Perang Timur Tengah

Harga emas stabil di sekitar $5.190 per ons, setelah naik 1% pada sesi sebelumnya.

Ketidakpastian perang di Timur Tengah memicu volatilitas besar di pasar energi. Pernyataan pejabat AS yang saling bertentangan menambah kebingungan.

Harga minyak melonjak setelah sebelumnya anjlok, dipicu kabar simpang siur tentang pengawalan kapal tanker di Selat Hormuz.

Perang memasuki hari ke-12, dengan serangan intensif AS dan Israel terhadap Iran. Pentagon menegaskan tidak akan berhenti sampai Iran dikalahkan, meski Presiden Trump sempat memberi sinyal kemungkinan akhir konflik.

Lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi, sehingga mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral. Hal ini menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan bunga.

Investor menjual emas dalam jumlah besar: kepemilikan ETF emas turun hampir 30 ton minggu lalu, penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Data inflasi Februari yang akan dirilis diperkirakan tetap tinggi, memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter longgar dari The Fed akan terbatas.

Komoditas lain: perak naik tipis, sementara platinum dan paladium melemah.