- Penurunan terjadi meski biasanya emas dianggap sebagai aset aman saat konflik geopolitik meningkat.
⚖️ Faktor Penyebab Penurunan
- Inflasi melonjak akibat konflik dengan Iran dan kenaikan harga energi.
- The Fed menahan diri dari pemotongan suku bunga, membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas kurang menarik dibanding obligasi AS.
- Investor institusional menjual emas untuk menutup kerugian di pasar saham, karena emas sebelumnya menjadi posisi “menang” yang likuid.
📈 Tiga Alasan Potensi Rebound
- Pembelian bank sentral: Tren kuat sejak 2022, diperkirakan berlanjut.
- Profil fiskal negara Barat memburuk: Defisit dan utang mendukung permintaan emas sebagai lindung nilai.
- Risiko geopolitik & inflasi: Konflik dan lonjakan harga minyak menambah daya tarik emas sebagai “tail hedge” dalam portofolio.
💡 Kesimpulan
- Emas masih menghadapi tekanan jangka pendek dari suku bunga tinggi dan likuidasi investor.
- Namun, fundamental jangka menengah-panjang mendukung rebound, terutama jika ketegangan geopolitik berlanjut dan inflasi tetap tinggi.
