ChatGPT Image 25 Sep 2026, 14.38.04

“Yield Obligasi Meroket, Minyak Bertahan Tinggi, Emas Tertekan”

Pasar keuangan global kembali bergejolak pada Kamis, dipicu oleh kombinasi data ekonomi AS yang kuat, harga minyak yang tinggi, serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

📈 Obligasi AS: Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak ke level multi-tahun, memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Yield tenor 10 tahun menembus 5,16%, tertinggi sejak 2007, sementara tenor 30 tahun mencapai 5,45%, level yang terakhir terlihat pada 2004. Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran pasar atas inflasi yang masih bertahan dan prospek pengetatan moneter lebih lanjut.

🛢 Minyak Mentah: Harga minyak Brent bertahan di sekitar $95 per barel setelah sempat menyentuh $97. Pergerakan ini terjadi di tengah kabar bahwa AS dan Iran sedang menjajaki kesepakatan untuk membuka kembali jalur ekspor melalui Teluk Persia. Namun, serangan rudal oleh kelompok Houthi ke kota-kota Saudi seperti Yanbu dan Taif menambah ketidakpastian pasokan. Jalur alternatif Saudi melalui Laut Merah kini menanggung biaya asuransi perang hampir setara dengan jalur Hormuz, sementara lalu lintas kapal komoditas di selat tersebut turun drastis.

🥇 Emas: Harga emas melemah ke sekitar $4.280 per ons, mendekati titik terendah sejak awal Agustus. Tekanan datang dari penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada akhir Oktober. Data menunjukkan aktivitas bisnis AS tumbuh pada laju tercepat dalam lima tahun, sementara klaim pengangguran mingguan turun ke level terendah dalam hampir enam dekade. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih tangguh, sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.