Harga minyak mentah bertahan di atas $105 per barel pada Rabu, mendekati level tertinggi dalam lebih dari empat bulan, di tengah meluasnya gangguan pasokan di Timur Tengah. Arab Saudi terpaksa menutup jalur pipa East-West setelah serangan drone, membatalkan sejumlah pengiriman ke Eropa untuk bulan September. Ketidakpastian semakin besar karena serangan militan Houthi kembali meningkat. Di Libya, operasi di dua ladang minyak dan satu stasiun pompa dihentikan akibat protes, sementara konflik Rusia–Ukraina juga menyasar infrastruktur energi, menambah tekanan pada pasokan global.
Indeks dolar AS naik di atas 99,6 pada Selasa, memperpanjang reli lima sesi menjelang keputusan Federal Reserve. Pasar memperkirakan peluang sekitar 92% bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang akan menjadi kenaikan pertama sejak 2023. Proyeksi ekonomi terbaru juga akan dirilis, memberi petunjuk arah kebijakan ke depan. Sementara itu, Bank of England diperkirakan menahan kebijakan, sedangkan Bank of Japan diprediksi menaikkan suku bunga pada Jumat. Kenaikan harga minyak yang mendorong inflasi semakin memperkuat ekspektasi pengetatan lanjutan oleh Fed.
Harga emas tetap di bawah $4.300 per ons, mendekati level terendah enam minggu, karena investor menunggu keputusan Fed. Ekspektasi kenaikan suku bunga menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, ditambah lonjakan biaya energi dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun yang mencapai level tertinggi sejak 2007. Prospek kenaikan suku bunga tambahan pada Oktober atau Desember juga membebani sentimen, sementara kebijakan bank sentral global menambah ketidakpastian arah pasar.
