📉 Dolar AS Tertekan
Indeks Dolar AS jatuh di bawah level 99, terendah sejak akhir Mei, setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan melipatgandakan program buyback obligasi jangka panjang. Langkah ini menandakan intervensi aktif untuk menekan imbal hasil obligasi jangka panjang dan meningkatkan likuiditas dolar melalui Treasury General Account.
- Jepang dan AS sebelumnya juga melakukan intervensi di pasar valas, mempercepat pelemahan dolar.
- Menteri Keuangan Bessent menyerukan peningkatan batas fasilitas FIMA agar negara asing bisa mengakses likuiditas dolar tanpa harus intervensi langsung di pasar valas.
- Risalah FOMC menunjukkan sebagian anggota masih melihat alasan untuk kenaikan suku bunga guna mengantisipasi inflasi.
🪙 Emas Menguat ke Puncak Baru
Harga emas melonjak ke $4.480 per ounce, tertinggi sejak awal Juni, mengikuti reli obligasi jangka panjang AS.
- Buyback obligasi menurunkan biaya pinjaman, sehingga opportunity cost memegang emas (yang tidak memberikan kupon) menjadi lebih rendah.
- Peningkatan likuiditas dolar juga mendukung permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
- Risalah FOMC menegaskan sebagian pembuat kebijakan masih mendorong kenaikan suku bunga tahun ini untuk mencegah tekanan inflasi lebih tajam.
📌 Kesimpulan
Kebijakan buyback obligasi jangka panjang oleh Departemen Keuangan AS menekan dolar ke level terendah sejak Mei, sementara emas justru terdorong naik ke level tertinggi dua bulan. Likuiditas dolar yang meningkat dan biaya pinjaman yang lebih rendah memperkuat daya tarik emas, meski sebagian pejabat Fed tetap membuka opsi kenaikan suku bunga.
