ChatGPT Image 29 Jul 2026, 11.40.40

Dolar AS Melemah Jelang Keputusan The Fed

Pasar menanti keputusan suku bunga The Fed, sementara dolar AS melemah tipis setelah data kepercayaan konsumen menunjukkan penurunan. Indeks DXY turun ke 101,40 dengan ekspektasi suku bunga tetap, meski peluang kenaikan 25 bps masih terbuka. Fokus utama investor tertuju pada pernyataan Ketua Fed Kevin Warsh.

Di pasar mata uang, EUR/USD naik ke 1,1390, GBP/USD stabil di 1,3290, dan USD/JPY menguat ke 163,84. Yen yang terus melemah menimbulkan potensi intervensi dari otoritas Jepang. AUD/USD melemah ke 0,6975 menjelang rilis CPI Australia, yang diperkirakan naik 0,2% bulanan dan dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga RBA.

Komoditas mengalami tekanan: harga minyak WTI jatuh 3,5% ke USD79/barel setelah meredanya ketegangan AS–Iran, sementara emas turun 1,2% ke USD4.027/oz akibat imbal hasil Treasury tinggi dan ekspektasi kebijakan ketat Fed.

Wall Street bergerak variatif. S&P 500 naik 0,2%, Dow Jones melonjak 537 poin, sedangkan Nasdaq turun 1%. Saham chip anjlok (Micron, AMD, Intel), sementara sektor defensif seperti Coca-Cola, Eli Lilly, dan Berkshire menguat.

Agenda pasar hari ini mencakup rilis CPI Australia, survei ZEW Swiss, dan ringkasan rapat BoC, dengan sorotan utama tetap pada keputusan suku bunga The Fed.

Secara teknikal, emas masih bearish di bawah resistance 4.060–4.083 dengan potensi turun ke support 3.983–3.942. Jika menembus 4.060, peluang naik ke 4.083–4.116 terbuka. RSI di 38 menandakan tren bearish belum jenuh. Untuk US Oil, support kuat berada di 77,88. Jika harga menembus SMA 50 di 83,88, target naik ke 85,89–87,27, namun jika gagal harga bisa kembali melemah ke 81,22–77,88. RSI mulai naik, menunjukkan tekanan bearish mulai mereda.