- Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik
Dolar AS naik ke level 101,20 didorong oleh ketegangan antara AS dan Iran yang meningkatkan harga energi serta permintaan aset aman. Meski data inflasi dan ketenagakerjaan AS melemah, faktor geopolitik tetap menjadi penggerak utama pasar.
- Pergerakan Mata Uang Utama
EUR/USD melemah tipis ke 1,1400.
GBP/USD turun ke 1,3380 akibat kekhawatiran fiskal Inggris.
USD/JPY melonjak ke 163,20, tertinggi sejak 1986.
AUD/USD stabil di 0,7000, terbatas oleh permintaan Dolar AS.
- Harga Minyak dan Emas Melonjak
WTI naik lebih dari 2% ke $84,50 per barel akibat ancaman terhadap jalur pasokan energi global. Emas menguat hampir 2% ke $4.085 per troy ons, didukung aliran dana ke aset aman meski Dolar AS juga menguat.
- Bursa Saham AS Ditopang Sektor Chip
Indeks S&P 500 naik 0,9%, Nasdaq 100 melonjak 1,9%, dan Dow Jones bertambah 385 poin. Saham semikonduktor memimpin reli, dengan Micron naik 12,2%, Sandisk 14,3%, dan AMD 8,1%.
- Sektor Lain Relatif Stabil
Sektor keuangan tertahan oleh imbal hasil obligasi tinggi. General Motors naik 4,9% setelah laporan keuangan, sementara Charles Schwab turun 2,5%.
- Fokus Pasar Hari Ini
Pasar menantikan CPI Inggris, data ekonomi Australia, Selandia Baru, dan China. Di AS, perhatian tertuju pada data permohonan KPR MBA.
- Prospek Emas Intraday
Support penting di 4.042, dengan potensi kenaikan menuju resistance 4.115–4.138. Jika ditembus, target berikutnya di 4.180. Koreksi mungkin terjadi bila support 4.042 gagal bertahan.
- Prospek US Oil Intraday
US Oil masih bullish dengan support baru di 83,09. Potensi kenaikan menuju resistance 86,28–88,61, bahkan 91,43. Koreksi bisa terjadi bila harga turun di bawah 83,09.