Estimasi Goldman Sachs: China diperkirakan membeli 48 ton emas melalui pasar OTC London pada Mei 2026, hampir 5 kali lipat dari angka resmi 10 ton yang dilaporkan oleh bank sentral.
Tren Akumulasi: Bank sentral China secara resmi menambah 40 ton emas sepanjang 2026, termasuk 15 ton pada Juni—pembelian bulanan terbesar dalam 2,5 tahun terakhir. Namun, estimasi konservatif Goldman menunjukkan akumulasi sebenarnya bisa mencapai 80 ton.
Perbandingan Historis: Rata-rata pembelian emas bank sentral sebelum 2022 hanya sekitar 17 ton per bulan. Kini, estimasi Goldman menunjukkan angka 67 ton per bulan (rata-rata 3 bulan).
Dampak Pasar: Pembelian masif ini dipandang sebagai penopang harga emas, meski ada tekanan jangka pendek dari ekspektasi kebijakan hawkish Federal Reserve.
Proyeksi Harga: Goldman memprediksi harga emas bisa mencapai $4.900 per troy ounce pada akhir 2026, dengan asumsi pembelian rata-rata 50 ton per bulan di 2026 dan 40 ton di 2027.
Faktor Strategis: Tren ini dianggap sebagai bagian dari diversifikasi cadangan menjauh dari aset berbasis dolar, terutama setelah pembekuan cadangan Rusia pada 2022.
Potensi Investor Swasta: Dengan alokasi emas di portofolio swasta masih rendah, Goldman melihat peluang permintaan meluas jika risiko geopolitik terus meningkat.
