ChatGPT Image Jun 5, 2026, 04_22_47 PM

Pergerakan Dolar AS dan Redamnya Ketegangan Timur Tengah

Nilai Tukar Dolar AS Stabil: Indeks Dolar AS (DXY) terpantau flat (tidak berubah) di level 99.44. Mata uang ini bergerak bervariasi—sedikit melemah terhadap Euro (turun 0,10%) dan Pound Sterling (turun 0,04%), namun menguat terhadap beberapa mata uang lain seperti Franc Swiss.

Sentimen Gencatan Senjata: Stabilitas dolar dipicu oleh tanda-tanda de-eskalasi konflik di Timur Tengah setelah adanya pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang dimediasi oleh AS. Salah satu poin kesepakatan mewajibkan kelompok Hizbullah untuk mundur sepenuhnya dari sektor Litani Selatan.

Progres Negosiasi AS-Iran: Konflik AS-Israel dengan Iran telah memasuki hari ke-97 dengan gencatan senjata yang masih bertahan. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi berjalan baik dan memprediksi resolusi akan tercapai akhir pekan ini, termasuk rencana segera membuka kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, Menlu Iran Abbas Araghchi menilai belum ada kemajuan signifikan dalam pembicaraan tersebut.

Dampak Harga Minyak: Berita perdamaian ini menurunkan harga minyak mentah secara konsekuen, yang pada gilirannya ikut mengurangi tekanan inflasi global.

Kondisi Pasar Tenaga Kerja AS:
Klaim tunjangan pengangguran mingguan naik menjadi 225.000 (di atas ekspektasi pasar sebesar 212.000).
Data Challenger menunjukkan adanya 97.006 pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang bulan Mei, menjadi angka tertinggi sejak Januari lalu.

Sikap Menunggu Kebijakan The Fed: Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, tengah bersiap menghadapi rapat kebijakan pertamanya. IMF telah memperingatkan Fed untuk tetap berhati-hati dalam memotong suku bunga, mengingat target inflasi 2,00% diprediksi baru akan tercapai pada akhir 2027. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat 16-17 Juni sangat kecil (hanya sekitar 3,60%).