Trump mundur dari rencana ambil minyak Iran: Meski sempat menyatakan keinginan untuk “mengambil minyak karena ada di sana untuk diambil,” ia mengakui bahwa rakyat AS lebih ingin pasukan pulang daripada operasi besar di Iran.
Pertimbangan politik & militer: Trump menilai tidak ada dukungan publik yang cukup untuk operasi darat besar, seperti merebut Kharg Island (pelabuhan ekspor utama Iran).
Nada bisnis & nostalgia: Ia menyebut dirinya “businessman first” dan bernostalgia pada era “to the winner belong the spoils,” merujuk pada pengalaman di Venezuela.
Ancaman tetap ada: Walau mundur dari ide penyitaan minyak, Trump tetap melontarkan ancaman menghancurkan infrastruktur Iran, termasuk jembatan dan jaringan listrik.
Dampak bagi pasar energi: Pernyataan ini menurunkan kemungkinan operasi besar yang sebelumnya diantisipasi oleh pelaku pasar minyak, sehingga mengurangi ketidakpastian jangka pendek.
