Generated Image April 06, 2026 - 11_25AM

Tes inflasi Perang pertama – Markets Weekly Outlook

Sentimen pasar bergejolak: Minggu dimulai dengan optimisme bahwa perang AS–Iran akan mereda, tetapi berakhir dengan kekhawatiran eskalasi setelah pidato hawkish Presiden Trump.

Pergerakan aset:

Minyak WTI melonjak 14% hingga $114/barel sebelum stabil di atas $110.
Emas & perak mengalami volatilitas tinggi karena investor mencari aset aman.
Saham sempat jatuh tajam, lalu pulih sebagian berkat short-covering.

Data tenaga kerja AS (NFP):
Pengangguran turun ke 4,3%.
Payrolls naik 186K (di atas ekspektasi).
Pertumbuhan upah melambat (+0,2% MoM).
Menegaskan sikap Fed untuk menahan suku bunga, bukan menurunkan.

Kondisi pasar libur Paskah: Wall Street lumpuh karena sesi perdagangan sangat tipis, sehingga volatilitas diperkirakan meningkat saat pasar buka kembali.

Agenda pekan Ini :
AS: ISM Services PMI, FOMC Minutes, Core PCE, CPI (diperkirakan melonjak akibat harga minyak).
Eropa: Eurozone PPI & Retail Sales, German CPI.
Asia Pasifik: RBNZ rate decision (90% kemungkinan tidak berubah), data inflasi Tiongkok, PMI Australia, data perdagangan Jepang.
Kanada: Ivey PMI dan laporan ketenagakerjaan.
Fokus utama: Inflasi global mulai mencerminkan dampak perang, dengan minyak sebagai indikator sentimen pasar.

👉 Intinya, pasar sedang berada di fase “uji inflasi pertama akibat perang”, di mana data ekonomi kuat berbenturan dengan ketidakpastian geopolitik. Investor harus siap menghadapi gap besar dan reposisi agresif saat perdagangan penuh kembali minggu depan