Dolar menguat: Indeks dolar naik +0,51% ke level tertinggi 3,5 bulan, didorong oleh pelemahan saham yang meningkatkan permintaan likuiditas serta kenaikan imbal hasil obligasi AS.
Harga emas turun: Kontrak emas melemah -0,27% seiring penguatan dolar.
Data ekonomi AS positif: Klaim pengangguran mingguan turun menjadi 213.000 (lebih baik dari perkiraan), defisit perdagangan Januari menyempit menjadi -$54,5 miliar, dan housing starts naik +7,2% ke level tertinggi 11 bulan.
Prospek kebijakan moneter: Pasar swap memperkirakan peluang kecil (1%) adanya pemotongan suku bunga -25 bp oleh FOMC pada pertemuan 17–18 Maret. Namun outlook jangka panjang menunjukkan kemungkinan pemotongan suku bunga di AS, sementara BOJ dan ECB diperkirakan menaikkan suku bunga.
Mata uang lain:
EUR/USD turun -0,45% karena penguatan dolar dan komentar pejabat UE tentang risiko inflasi >3% serta dampak perang di Timur Tengah terhadap energi.
USD/JPY naik +0,30%, yen melemah ke level terendah 8 minggu akibat lonjakan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi.
Sentimen pasar global: Ketidakpastian geopolitik dan harga energi tinggi menekan outlook ekonomi di Eropa dan Jepang.
