Pernyataan Trump: Presiden Trump mengatakan perang dengan Iran “hampir selesai” dan AS sudah jauh di depan dari perkiraan waktunya.
Dampak ke pasar: Komentar tersebut membuat harga minyak berbalik turun tajam dan indeks saham AS melonjak.
Masalah utama tetap ada: Analis menekankan bahwa pernyataan saja tidak menyelesaikan krisis energi global. Jalur penting, Selat Hormuz (20% aliran minyak dunia), masih tertutup.
Harga minyak: Sebelum komentar Trump, harga Brent dan WTI sempat melonjak hingga $119 per barel. Setelahnya, turun ke sekitar $81.40 (Brent) dan $79.90 (WTI).
Harga bensin di AS: Rata-rata harga pompa naik menjadi $3.539 per galon, dari $2.921 sebulan sebelumnya.
Hambatan teknis: Meski konflik mereda, sistem minyak global tidak bisa langsung pulih. Infrastruktur rusak, tanker butuh jaminan keamanan dan asuransi, serta restart produksi/refinery memakan waktu.
Intinya, meskipun ada optimisme politik, krisis minyak tetap bergantung pada bukti nyata bahwa pasokan melalui Selat Hormuz kembali normal dan infrastruktur energi aman
