Generated Image March 09, 2026 - 10_48AM

Prospek Mingguan Pasar – Geopolitik Mengalahkan Fundamental: Peringatan minyak $150 dan dilema penurunan suku bunga

🔑 Poin Utama
Geopolitik mendominasi pasar
Konflik di Timur Tengah dan gangguan di Selat Hormuz mendorong harga minyak Brent ke $90/barel, dengan potensi tembus $150 jika ekspor Teluk terhenti sepenuhnya.

Dampak pada pasar tenaga kerja AS
Laporan Februari menunjukkan kehilangan pekerjaan tak terduga, ditambah pemogokan sektor kesehatan dan cuaca ekstrem. Tingkat pengangguran naik ke 4,4%. Hal ini meningkatkan peluang pemotongan suku bunga oleh The Fed pada Juni/Juli.

Respon pasar global
AS: Lebih tangguh berkat sektor teknologi dan status sebagai eksportir minyak bersih.
Eropa: Mengalami minggu terburuk dalam setahun, tertekan oleh risiko stagflasi akibat ketergantungan energi.

Komoditas
Minyak: WTI melonjak lebih dari 30% dalam seminggu, memicu kekhawatiran “shock energi” seperti tahun 2022.
Emas: Naik tipis sebagai aset aman, tetapi tetap turun 3,5% sepanjang minggu karena inflasi dan dolar yang volatil.

Agenda pekan Ini
AS: Data CPI (Rabu) dan Core PCE (Jumat) akan menjadi fokus, bersama survei sentimen konsumen Michigan.
Asia: China merilis CPI/PPI dan data perdagangan; Jepang diperkirakan merevisi GDP Q4 2025 ke atas.
Eropa & UK: Data produksi industri Jerman dan GDP bulanan Inggris akan diuji terhadap lonjakan harga energi.

📌 Intinya: Pasar global memasuki minggu kedua Maret 2026 dengan ketidakpastian tinggi, di mana geopolitik dan lonjakan energi menekan fundamental ekonomi serta memicu dilema kebijakan suku bunga.