Target harga emas: Diperkirakan bisa mencapai USD 6.300 pada akhir tahun.
Faktor pendorong:
Pembelian besar-besaran oleh bank sentral.
Risiko geopolitik yang menambah premi risiko 5–10% dalam jangka pendek.
Defisit fiskal AS yang membengkak.
Ancaman stagflasi jika harga minyak tetap tinggi dan pertumbuhan melambat.
Sifat lonjakan harga:
Kenaikan cepat akibat guncangan geopolitik sering kali memudar ketika ketidakpastian mereda.
Jika pasar saham turun tajam, investor bisa menjual emas untuk likuiditas, sehingga harga terkoreksi.
Pandangan keseluruhan: Tetap bullish terhadap emas karena faktor struktural (bank sentral, defisit, stagflasi), meski lonjakan jangka pendek bisa terkikis.
👉 Intinya: emas dipandang sebagai lindung nilai utama terhadap risiko geopolitik, defisit fiskal, dan potensi stagflasi, dengan kemungkinan koreksi sementara jika ketegangan mereda atau pasar butuh likuiditas.
