Konteks hukum: Mahkamah Agung AS baru saja membatalkan banyak tarif global yang diberlakukan Donald Trump di masa jabatan keduanya, dengan alasan tidak konstitusional.
Langkah baru Trump: Pemerintahannya sedang mempertimbangkan tarif baru berbasis alasan keamanan nasional, menggunakan Section 232 Trade Expansion Act 1962.
Cakupan industri: Tarif baru berpotensi dikenakan pada enam sektor, termasuk:
Baterai skala besar
Besi tuang dan perlengkapan besi
Pipa plastik
Bahan kimia industri
Peralatan jaringan listrik
Peralatan telekomunikasi
Tarif global terpisah: Selain itu, Trump sudah mengumumkan tarif global sebesar 15% pada hari Sabtu, yang berbeda dari rencana tarif keamanan nasional ini.
Reaksi pasar: Indeks Dolar AS (DXY) turun tipis 0,07% menjadi 97,70 saat berita ini muncul.
Dampak lebih luas: Ketidakpastian tarif memengaruhi pasar mata uang (EUR/USD, GBP/USD), harga emas yang naik di atas $5.200, serta menambah tekanan pada pasar kripto.
Singkatnya, setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif global sebelumnya, Trump merespons dengan menyiapkan tarif baru yang lebih terfokus pada sektor-sektor strategis dengan alasan keamanan nasional.
