Emas mempertahankan nada bullishnya pada hari Senin, mencapai tertinggi multi-minggu baru tepat melewati angka $ 5.200 per troy ons. Kekhawatiran perang dagang baru, ditambah dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, membuat permintaan untuk logam kuning meningkat.
Faktor Utama yang Mendorong Harga Emas
Tarif Global 15% oleh Trump:
Setelah putusan Mahkamah Agung menolak tarif luas sebelumnya, Presiden Trump menetapkan pajak impor global 15%. Hal ini memicu kekhawatiran balasan dagang dan gangguan rantai pasok, sehingga meningkatkan permintaan emas sebagai aset aman.
Data Inflasi (PCE Index):
Indeks PCE naik 2,9% YoY pada Desember, dengan inti (tanpa makanan & energi) 3,0% YoY. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed tidak akan menurunkan suku bunga pada Maret, meski pasar masih memperkirakan dua kali pemotongan 25 bps tahun ini.
Pertumbuhan GDP Lemah:
Ekonomi AS hanya tumbuh 1,4% (annualized) di Q4, turun tajam dari 4,4% di Q3, sebagian akibat shutdown pemerintah terpanjang. Pelemahan ini menekan Dolar AS dan memberi dorongan tambahan bagi emas.
Risiko Geopolitik (AS–Iran):
Ketegangan meningkat karena laporan bahwa Trump mempertimbangkan serangan militer terhadap Iran jika diplomasi nuklir di Jenewa gagal. Situasi ini menambah daya tarik emas sebagai aset defensif.
