Data ekonomi AS kuat: Pesanan barang tahan lama, aktivitas perumahan, dan produksi industri semuanya melampaui ekspektasi, mendorong penguatan dolar.
Risalah The Fed: Menunjukkan sikap hati-hati terhadap pemotongan suku bunga lebih lanjut, memberi dukungan sementara pada dolar.
Pandangan MUFG (Derek Halpenny):
Kenaikan dolar dipandang tidak berkelanjutan.
Sentimen investor terhadap dolar tetap rapuh selama Donald Trump menjabat.
Risiko politik dan ketidakpastian kebijakan membatasi potensi penguatan.
Isu independensi The Fed:
Kritik dari Kevin Hassett terhadap analisis tarif New York Fed dianggap sebagai contoh potensi intervensi politik.
Kekhawatiran atas campur tangan Gedung Putih dapat melemahkan kepercayaan investor asing.
Kesimpulan:
Kekuatan dolar akibat kejutan data ekonomi hanya bersifat sementara.
Faktor struktural dan politik (ketidakpastian kebijakan, independensi Fed) akan membatasi kenaikan dan meningkatkan volatilitas.
