📊 Kondisi Menjelang Rilis NFP (9 Januari 2026)
Latar belakang: Tahun 2025 penuh volatilitas dengan government shutdown dan serangkaian pemotongan suku bunga oleh The Fed.
Risiko utama:
Distorsi data akibat shutdown.
Revisi besar pada data Oktober–November.
Efek musiman “January Effect”.
Tekanan pada Jerome Powell menjelang akhir masa jabatannya.
📈 Konsensus Pasar
Perkiraan NFP Desember: 60–70 ribu pekerjaan baru.
Data sebelumnya: November 64 ribu; Oktober kehilangan >100 ribu karena shutdown.
Pengangguran: Diperkirakan turun tipis ke 4,5% (dari 4,6%).
Upah rata-rata per jam (AHE): +0,3% MoM / +3,6% YoY, sesuai target inflasi jangka panjang Fed.
🔀 Skenario Deviation
Hawkish Beat (≥85k): Menunjukkan pasar tenaga kerja lebih kuat → bisa memaksa Fed menahan/pembalikkan pemotongan suku bunga.
Dovish Miss (<50k): Mengonfirmasi pelemahan signifikan → pasar akan menilai perlu ada tambahan pemotongan suku bunga di 2026.
💵 Implikasi Pasar
US Dollar Index (DXY):
Saat ini oversold di dekat support.
Data kuat → potensi short-covering rally ke level 100.
Data lemah → bisa dorong ke titik terendah multi-tahun.
🔮 Outlook
Jika data menunjukkan perekrutan sudah mencapai dasar → peluang soft landing.
Jika tren 3 bulan terus melemah → tekanan pada Powell/suksesor untuk menambah likuiditas akan meningkat sepanjang kuartal.
